Senin, 11 April 2011

router dengan IP sejajar

0 komentar
Jika kita memiliki jaringan komputer dengan topologi berikut:
topology standar
topology standar
adalah lumrah jika terbentuk 2 network, network pertama antara modem dan router, network kedua antara router dengan LAN (sebenarnya 3, termasuk network antara Internet dengan Modem, tapi network tersebut kita abaikan saja). Dalam artian router di sini memiliki 2 NIC dengan 2 network berbeda. Tapi bagaimana jika ada sebagian komputer di LAN yang terhubung langsung ke modem? Sementara kebijakan routing kita mengharuskan semua komputer LAN melalui router dulu baru menuju ke modem. Apakah model 2 network itu masih layak dipertahankan? Sebelum menjawab silahkan perhatikan topologi yang dimaksud:
topology-tidak-standar1
topology tidak standar
Topologi ini dapat terbentuk dengan berbagai macam alasan, di antaranya (mungkin) karena ingin memanfaatkan port switch yang nganggur di modem :D . Jika dilihat sepintas kita pasti berpendapat bahwa LAN1, modem, dan eth0 router terletak pada 1 network, sementara LAN2 terletak 1 network bersama eth1 router. Yang mengganjal pikiran: “bagaimana supaya LAN1 bersamaan dengan LAN2 untuk masuk ke eth1 router?”. Jawaban untuk topologi model ini yaitu menggunakan ip sejajar mulai dari LAN hingga ke modem, dalam artian 2 NIC di router memiliki network yang sama. Apa bisa? Mari kita coba dengan langkah-langkah berikut :D .

  1. Pemilihan Network
    Misal kita memilih network 192.168.1.1/24 untuk digunakan mulai dari modem hingga ke LAN.
  2. OS Router
    Pada router telah terinstall OS Smoothwall Express 3.0. Hal ini tidak terikat, kebetulan saja kasus yang dihadapi routernya menggunakan OS tersebut (mungkin yang install nge-fans sama tembok halus :D ).
  3. Jumlah Komputer
    Sesuai topologi di atas terdapat 8 komputer pada LAN.
  4. Penentuan IP Address
    Kita tentukan IP Address pada masing-masing device:
    • eth0 modem = 192.168.1.9/24
    • eth0 modem = 192.168.1.10/24
    • eth0 modem = 192.168.1.11/24
    • eth0 pc1 = 192.168.1.1/24
    • eth0 pc2 = 192.168.1.2/24
    • eth0 pc3 = 192.168.1.3/24
    • eth0 pc4 = 192.168.1.4/24
    • eth0 pc5 = 192.168.1.5/24
    • eth0 pc6 = 192.168.1.6/24
    • eth0 pc7 = 192.168.1.7/24
    • eth0 pc8 = 192.168.1.8/24
      IP Address komputer client sengaja dibuat terurut supaya gampang hafalnya :D .
  5. Pemberian IP Address, Gateway, dan DNS
    Berikan IP pada tiap-tiap device:
    • Modem
      Masuk ke web admin modem sesuai IP bawaan modem lalu berikan IP Address 192.168.1.5 dengan Subnet Mask 255.255.255.0
      web admin modem
      web admin modem
    • Router
      Masuk ke web admin router sesuai IP saat instalasi kemudian berikan IP Address 192.168.1.610 192.168.1.10 Subnet Mask 255.255.255.0 pada eth0, IP Address 192.168.1.11 Subnet Mask 255.255.255.0 pada eth1, IP Gateway 192.168.1.9, DNS Server 1 192.168.1.9 (ke eth0 modem) dan DNS Server 2 208.67.222.222 (Open DNS).
      swnetwork
      web admin smoothwall
    • pc1 s/d pc8
      Masuk ke bagian network pada control panel pc1, berikan IP Address 192.168.1.1 Subnet Mask 255.255.255.0, Gateway = 192.168.1.11 (eth1 router), DNS Server 1 192.168.1.11 (eth1 router) dan DNS Server 2 192.168.1.9 (eth0 modem). Ulangi langkah ini hingga ke pc8 dengan menyesuaikan IP Address-nya.
      networkclient
      network manager pc client
Oh iya, di router menggunakan advance proxy untuk cache proxy server dan filtering. Sampai tahap ini harusnya router sudah bekerja dengan baik. Tapi apa yang terjadi? eth0 router nganggur alias ndak bekerja. Karena itu dilakukan pengecekan terhadap konfigurasi:
routingsalah
dari tabel routing itu tampak bahwa hubungan router ke modem melalui eth1 yang semestinya melalui eth0. Inilah kelemahan router dengan IP Address sejajar. Jalur hubungan ke modem ini berganti-ganti tiap mesin router up, seenak-enak nya router itu, kadang menggunakan eth0 kadang menggunakan eth1. Kalau pas dapat kondisi menggunakan eth0 ya cocok, tapi ketika yang terjadi kondisi hubungan melalui eth1 mengakibatkan eth0 sudah tidak bekerja karena kerjanya dirampas dikerjakan oleh eth0 :) ). Untuk menangani tindak “semau gue”-nya router, maka kita tambahkan 2 rule pada /etc/rc.d/rc.sysinit:
routegw
baris route del default akan menghapus gateway pada router baik itu melalui eth0 maupun eth1 (cara aman bos, soalnya routernya keras kepala :D ), lalu baris route add default gw 192.168.1.9 eth0 akan memaksa hubungan router ke modem harus melalui eth0 :D . Dengan 2 rule ternyata terbukti ampuh menaklukkan kebandelan router masalah routing ke gateway =)).
routingbenar
Setelah satu masalah terpecahkan, ternyata masih ada masalah berikutnya yang menunggu. Transparant proxy router tidak bekerja. Ini mungkin kelemahan lain dari router dengan IP Address sejajar. Chain prerouting yang “memaksa” semua paket tujuan port 80 yang masuk ke router melalui eth1 ternyata hilang tanpa bekas :D . Hal ini diketahui setelah dilakukan pengecekan terhadap daftar rule di tabel nat iptables-nya:
swiptables5
swiptables6
Tampak bahwa tidak ada rule satupun pada sub chain squid (sub chain dari chain PREROUTING). Solusi dari permasalahan ini mirip pada masalah sebelumnya, yaitu meletakkan rule transparant proxy pada /etc/rc.d/rc.sysinit :
routegw2
baris iptables -t nat -D squid 1 akan menghapus baris 1 pada chain squid pada tabel nat iptables (sekali lagi ini dengan alasan safety factor :D ), kemudian baris iptables -t nat -A squid -i eth1 -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 8080 akan membelokkan paket yang menuju port 80 untuk masuk ke port proxy yaitu 8080.
swiptables5
swiptables4
Hffff …. akhirnya beres juga nih router dengan ip sejajar :D . Hingga sekarang pun terbukti rule-rule yang kesannya “dipaksakan” itu masih aman-aman saja. Thanks to Pak Bos yang mau ngajak bermumet-mumet ria oprek router Xentra dan Om Kompeni yang dengan ikhlas memberi kesempatan saya men-capture routernya :) )


sumber :
http://kendari.foss-id.web.id/?p=134
newer post

Tambah system call di linux

0 komentar
gak ada game kelas berat yang bisa dimainin dilinux jadi iseng-iseng nambah system call di linux. gak susah kok jangan kapok pake linux. gue juga baru pake Februari 2007(nekat gue) setelah terinpirasi oleh abang herdy yang berkomitmen tidak memakai bajakan, adikmu mengambi langkah yang lebih ekstrem bang.., eh September 2007 gue udah otak-atik kernel..buseet dah. linux memaksa kita melampau batas
1.  Download source kernel Linux dari alamat berikut
    http://user.arc.itb.ac.id/incoming/kernel/linux-2.6.22.tar.gz  atau http://www.kernel.org
    Untuk tugas ini dipergunakan source kernel dengan versi rilis 2.6.22.
2.  Extract file tar source kernel tersebut ke direktori /usr/src/ dan rename /usr/src/linux-2.6.x mejadi /usr/src/linux
3.  Edit file /usr/src/linux/arch/i386/kernel/syscall_table.S
4.  Tambahkan .long sys_coba pada akhir file tersebut.
5.  Buatlah sebuah file dengan nama coba.c pada direktori
    usr/src/linux/arch/i386/kernel/
    Buatlah system call yang me-return sebuah nilai sesuai dengan kerangka program di bawah. 
      #include <linux/linkage.h>
      asmlinkage int sys_coba (int arg1, char* arg2) {
        
return(5);
      }

6.  Editlah file usr/src/linux/arch/i386/kernel/Makefile lalu tambahkan
        coba.o pada akhir baris ke 10.
7.  Editlah file /usr/src/linux/include/asm-i386/unistd.h dan tambahkan 
      #define __NR_coba  324
    setelah 
      #define __NR_eventfd    323
8.  Kemudian ubah juga
      #define NR_syscalls     324
    menjadi
      #define NR_syscalls     325
9.  Sekarang compile-lah source kernel yang sudah dimodifikasi tadi. cara kompile:
    1.$su
    2.#cp kernel 2.6.xx.tar.gz /usr/src
    3.#cd /usr/src
         #tar -zxvf kernel-2.6.xx
        #mv linux-2.6.xx linux
    4.#cd linux
    5.#make clean
    6.#make menuconfig –>langsung pilih exit aja
    7.#make
    8.#make modules_install install
10. Selesaikan proses instalasi kernel baru dan kemudian reboot dengan kernel baru tersebut. 
saya menemukan sedikit keanehan saat selesai kompile dan reeboot. sistem call saya tidak dapat dikenal,pesan kompiler:undefined reference, sehingga saya menambah langkah yang sumber saya dapat di internet
adapun saya membuat sistem call dengan nama coba.c (nama system call yang saya contohkan adalah ‘coba(int arg1, char* arg2)’ bukan mysyscall)yang berisi:
    #include <linux/linkage.h>
  
    asmlinkage int sys_coba(int arg1,char* char2){
        return(5);
    }

setelah reboot, saya melakukan langkah berikut agar sistem call saya dikenali
1. copy file di /usr/src/linux/include/asm-i386/unistd.h ke /usr/include/asm ; jika ada peringatan overwrite jawab dengan yes. menurut sumber yang saya baca,Adding a System Call to a 2.6.x Linux Kernel By Corban Rivera, 3204 GTA, hal ini diperlukan karena file unistd.h pada /usr/include/asm belum me-list system call kita. setelah saya periksa pada /usr/include/asm/unistd.h ,ternyata benar file tersebut hanya men-list 317 system call berbeda sekali dengan unistd.h yang kita edit yang berisi 324 system call. sehingga saya merasa perlu melakukan penimpaan file
2. lalu saya membuat header file coba.h yang berisi
    #include <linux/unistd.h>
    #include <linux/errno.h>
    #include <sys/syscall.h>

    long errno;/*kode kembalian untuk syscall*/
    /*#define __NR_coba 324*/
    /*_syscall2(int,coba, int, arg1, char*, arg2);*/

    int coba(int i,char* c)/*ada dua parameter sesuai coba.c*/
    {
                return syscall(__NR_coba,i,c);
    }

3.lalu menurut sumber yang saya baca,Adding A system call by Worcester Polytechnic Institute Computer science, kita harus mengkopi file header yang kita buat, dalam contoh ini,coba.h ke /usr/include/sys
4.lalu membuat tesfile tes.c (dimana saja contohnya /home/catur)
    #include <stdio.h>
    #include <sys/coba.h>

    int main(){
        /*parameter-parameter ini sebenarnya mubazir*/
      printf("%d",coba(1, "hi"));/*tampilan ke layar: 5*/

    }
5.kompile $gcc -o tes tes.c
6.jalankan $./c
7.program akan mengeluarkan 5
saya berpikir,seharusnya tidak perlu ada langkah tambahan seperti ini, apa karena kita tidak menimpa kernel sebelumnya maka semua file-file library lama,termasuk systemcall, tidak terganti? jika ya,apakah mungkin kita harus melakukan hard link,soft link atau menimpa secara manual ke semua file library?, maka untuk teman-teman yang berhasil tanpa perlu melakukan langkah tambahan ini mohon direply mungkin ada hal yang kurang pada post saya sebelumnya,’cara lain kompile kernel’
terima kasih kepada punk_ab atas sumber-sumbernya. bisa dilihat di (http://students.if.itb.ac.id/~if15020/if3191/)
Ketua Brurkom(klub linuxer)


smber :
http://catur20.blogsome.com/2007/09/20/tambah-system-call-di-linux/
newer post

Install Paket RPM di Ubuntu menggunakan Alien

0 komentar
Ada kalanya kita mau menginstall sebuah software di linux tapi sialnya ketika pembuat software tersebut tidak menyediakan paket deb, yang ada hanya paket rpm saja. Alien adalah salah software yang bisa membantu anda mengkonversi paket rpm ke deb sehingga paket tersebut bisa di install di ubuntu.
Istall dulu program alien dengan perintah
# apt-get install alien
Setelah alien terinstall maka sebelum anda menginstall paket rpm, anda harus mengkonvert dulu paket tersebut ke paket deb dengan perintah
# alien -d package-name.rpm
dari perintah diatas akan menghasilkan file package-name.deb kemudian menginstall paket deb tersebut dengan perintah dpkg -i package-name.deb
Atau anda bisa menggunakan perintah
# alien -i package-name.rpm
untuk mengkonvert paket rpm ke paket deb dan langsung menginstalnya.
Untuk mengkonvert paket rpm tanpa merubah nomor versi paket rpm tersebut gunakan perintah
# alien -k package-file.rpm
contoh: kita punya paket rpm dengan nama avg71lms-r30-a0782.i386.rpm maka perintah untuk menkonvert paket tersebut adalah
# alien -k avg71lms-r30-a0782.i386.rpm
dari perintah tersebut di atas maka paket deb yang dihasilkan adalah avg71lms-r30-a0782.i386.deb berbeda jika anda menggunakan option -d yang dihasilkan adalah avg71lms_r30-1_i386.deb, jika anda lihat paket yang asli ditambahkan dengan angka 1.




sumber :
http://davidnakoko.wordpress.com/2007/12/11/install-paket-rpm-di-ubuntu-menggunakan-alien/
newer post

Perintah apt-get & dpkg Debian GNU/Linux

0 komentar
Debian GNU/Linux memiliki sistem manajemen paket yang terbaik (tp bersifat relatif sih). Hanya dengan menggunakan apt sebagai tools advanced untuk paket.

* Install software menggunakan apt
# apt-get install software
* Update daftar paket yang terdapat di sources.list
# apt-get update
* Update software menggunakan apt
# apt-get upgrade
* Untuk merubah daftar mirror apt
# apt-setup
* Mencari paket
# apt-cache search package
* Uninstall software menggunakan apt
# apt-get remove software

Shortcuts / Cheatcodes

* update daftar paket
# apt-get update
* update the available package lists
# dselect update
* upgrade all installed packages
# apt-get upgrade
* installs package
# apt-get install pkg
* uninstall package
# apt-get remove pkg
* show all installed and removed packages
# dpkg -l
* show install status of package
# dpkg -l pkg
* show all packages that match pattern
# dpkg -S pattern
* list packages that contain string
# dpkg
* list files in package
# dpkg -L pkg
* show status of package
# dpkg -s pkg
* show details of package
# dpkg -p pkg
* list relevant packages
# apt-cache search string
* install package from a deb file
# dpkg -i file.deb
* purge package (and config?)
# dpkg -P pkg
* re-run the configure for a package
# dpkg-reconfigure pkg
* get the source
# apt-get source pkg
* config build-deps for source and install as needed
# apt-get build-dep
* install package from specific release
# apt-get -t release install pkg
* prevent name from running at bootup
# update-rc.d -f name remove
* upgrade the distribution
# apt-get dist-upgrade
sumber
http://www.webbiru.com
newer post

Subnetting

0 komentar
subnetting adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru.

Analogynya seperti dibawah ini.

Jika terdapat 120 orang siswa SMA memilih jurusan IPA, akan lebih baik bila seluruh total siswa tersebut dibagi menjadi 4 kelas sehingga masing-masing kelas terdiri dari 30 orang siswa dari pada dijadikan 1 kelas besar tanpa ada pembagian. Kosep pembagian seperti inilah yang dianut dalam subnetting.

Contoh:

Alamt IP 192.168.10.0 dengan subnet mask default 255.255.255.0 didefinisikan sebagai kelas C yang yang berarti alamat IP tersebut tanpa subnetting hanya memiliki satu alamat network dengan 254 buah alamat IP yang dapat dibuat (192.168.10.1 s/d 192.168.10.254).

Sekarang kita akan membagi network yang sudah ada kedalam beberapa sub network menggunakan teknik subnrtting dengan cara mengganti beberapa bit Host ID yang ada pada subnet mask dengan angka 1.

Sebelum subnetting:

IP addres : 192.168.10.0
Subnet Mask dalam Biner : 11111111.11111111.11111111.00000000
Subnet Mask dalam Desimal : 255.255.255.0

Stelah DiSubnetting Menjadi:


IP addres : 192.168.10.0
Subnet Mask dalam Biner : 11111111.11111111.11111111.11000000
Subnet Mask dalam Desimal : 255.255.255.192

Perhatikan bilangan biner yang di ganti, 2 bit angka 0 pada bagian Host ID saya ganti dengan 11 sehingga didapatkan subnet baru 255.255.255.192(anda tentu diperbolehkan mengganti dengan biner 111.1111.11111.111111 atau 1111111). Terus apa yang bisa lita lakukan dengan subnet yang baru tersebut?, Biasanya pembahasanya meliputi :
Berapa jumlah subnet?
Berapa jumlah host persubnet?
Berapa jumlah rentang Ip dan Ip yang bisa digunakan?
nah dibawah ini akan saya bahas... ;)

1). Menentukan Jumlah subnet (Sub Jaringan) baru yang terbentuk.
gunakan rumus 2^n-2 dengan n adalah jumlah bit 1 pada host ID yang telah dimodifikasi(11000000), maka didapat 2^n-2 =2. jadi IP 192.168.10.0 setelah
di subnetting didapatkan 2 subnet baru.

2. Menetukan Jumlah Host persubnet (Per sub Jaringan)
Gunakan rumus 2^h-2, dengan h adalah jumlah bit 0 pada host ID (11000000),maka
di dapat 2^h-2=62, jadi terdapat 62 host persubnet. atau dengan kata lain dari 2 kelompok sub jaringan yang ada, masing-masing sub jaringan dapat menampung 62 komputer dengan alamat IP yang berbeda.

Perhatian: karena pada contoh ini kita menggunakan kelas c, jadi penghitungan bit 0
hanya dilakukan mulai dari octat ke 4 saja. untuk kelas A anda harus menhitungnya
mulai dari octat ke 2,3 dan 4 serta kelas B mulai dari octat ke 3 dan 4 selama octat-octat
tersebut tidak bernilai 1.

3. Menentukan Block subnet dan rentang IP Address
Block subnet diperoleh dengan cara mengurangi 256(2^8) dengan angka dibelakang subnet musk yang telah dimodifikasi, 256-192=64, setelah itu jumlahkan angka hasil pengurangan ini sampai sama dengan angka dibelakang subnet sehingga didapat 64+64=128, 128+64=192. jadi kelompok IP address yang diterapkan pada 2 sub jaringan baru tersebut adalah 64:

192.168.10.64 s/d 192.168.127, subnet ke 1

192.168.10.128 s/d 192.168.191, subnet ke 2

4. Menentukan IP Address yang bisa digunakan.
Dari rentang IP Address pada masing-masing subnet diatas tidak semuanya dapat digunakan
sebagai alamat IP sebuah Host, selengkapnya

Sub jarinagn ke 1.

Alamat subnet : 192.168.10.64
Alamat Host pertama : 192.168.10.65
Alamat Host Terakhir : 192.168.10.126
Alamat Broadcast : 192.168.10.127

Sub jarinagn ke 2.

Alamat subnet : 192.168.10.128
Alamat Host pertama : 192.168.10.129
Alamat Host Terakhir : 192.168.10.190
Alamat Broadcast : 192.168.10.191

Alamat Address yang bisa digunakan adalah mulai dari alamat host pertama
sampai dengan alamat yang terakhir pada masing-masing subnet.

dari contoh dan penjelasan diatas, ada beberapa alasan mengapa kita
perlu melakukan subnetting.

mengurangi kepadatan lalulintas data: sebuah LAN dengan 254 host akan lebih padat
lalu lintas datanya dibandingkan dengan sebuah LAN dengan 64 host.

Meningkatkan unjuk jaringan: semakin banyak jumlah host, akan semakin
kecil kesempatan masing-masing host dalam mengakses data-data dalam
jaringan yang artinya mengurangi unjuk kerja dari jaringan itu sendiri.

Penyederhanaan dalam pengelola: Jaringan yang jauh, banyaknya jumlah komputer yang
harus di hubungkan akan mudah dikelola bila dibuatkan jaringan sendiri ketimbang
harus dijadikan satu jaringan besar.


 sumber :
http://info-gamenews.blogspot.com/2009/05/apa-itu-subnetting.html
newer post

SEUNTAI KATA TENTANG CINTA

0 komentar
SEUNTAI KATA TENTANG CINTA
Cinta bagaikan gema, engkau kirimkan kepada orang-orang disekelilingmu, lalu ia kembali kepadamu.
Engkau tebarkan dilingkunganmu, ia kembali kepangkuanmu.
Apa yang engkau lihat pada orang lain engkau dapatkan pada dirimu. Mereka pun memberikan kepadamu cinta dan kasih sayang.
Engkau yang melukis jalan yang akan dilalui  mereka dalam  bersikap kepadamu. Jika engkau bersikap baik kepada mereka dan mencintai mereka, niscaya mereka mencintaimu.
Kalau engkau memberikan faedah untuk mereka, mereka akan memberimu faedah.
Pasti! Saling mencintai dan mengasihi itu karena dan dijalan Allah.
Dan orang yang paling pertama mendapatkan cinta dan kelembutan perasaanmu adalah orangtua, istri atau suami dan anak-anakmu.
Rasul shollalllahu ‘alaihi wa sallama bersabda,
خيركم خيركم لأهله و أنا خيركم لأهلي
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik bagi keluarganya dan aku adalah yang paling baik bagi keluargaku”.[1]
Tidaklah tersesat banyak manusia dari jalan Robb mereka melainkan karena mereka lebih mengedepankan cinta kepada segala sesuatu melebihi cintanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Demikian juga sebagian orang yang tenggelam dalam lembah permusuhan, dengki dan dendam kesumat adalah karena hilangnya cinta dari hati mereka.
Cobalah rasakan hidup – walau sebentar – dengan merasakan cinta manusia kepadamu, sedikit atau pun banyak. Bukankah hari-hari itu akan menjadi hari-hari terindah dalam kehidupanmu?.[2]
Dengarkan firman Allah Ta’ala,
إن الذين أمنوا وعملوا الصالحات سيجعل لهم الرحمن ودا
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh Allah yang Maha pengasih akan menjadikan untuk mereka kasih-sayang”.[3]
Maksudnya cinta di hati manusia untuk mereka!
Pernahkah engkau bertanya pada dirimu sendiri, “Bagaimana diriku dengan cinta dilangit ini?”. Bukankah engkau pernah mendengar firman Allah Ta’ala dalam hadits Qudsi, “Sesungguhnya aku mencintai fulan, maka cintailah ia”. Lalu malaikat menyambutnya dengan penuh cinta dan rindu, kemudian diletakkan untuk penerimaan di muka bumi yaitu dengan cinta manusia kepadanya?!
Subhanallah!!
Seseorang dicintai Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dicintai Jibril dan para malaikat yang menghuni langit. Kemudian Allah jadikan manusia mencintainya … alangkah indahnya hidup orang tersebut.
Salah seorang di antara kita selalu mencari dan mengharapkan cinta makhluk kepadanya. Dadanya akan serasa sesak dan lidahnya bagai kelu jika mereka membencinya. Dan ia akan terbang karena gembira jika mereka mencintainya.
Orang ini mencari cinta manusia kepadanya disetiap tempat dan pada setiap insane. Akan tetapi ia lupa – kadang-kadang atau bahkan sering – cinta Robb-nya insan. Ia lupa apakah ia termasuk orang-orang yang dicintai Allah atau sebaliknya?
Demi Allah, saudaraku!! Apa guna cinta seluruh makhluk kepada kita jika Robb pencinta seluruh makhluk membenci kita?!
Renungkan bagaimana Asiyah mendahulukan tetangga sebelum tempat tinggal dalam do’anya, “Robbku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah di dalam surga”.[4]
Bagaimana menurutmu, kalau dikatakan kepada orang-orang mukminin : pilihlah antara surga tidak ada padanya Robb kalian dan padang tandus kalian bersama Robb kalian. Menurutmu apa yang akan mereka pilih?
Oohh .. alangkah meruginya orang yang tidak pernah merasakan yang paling indah dan manis dalam kehidupan ini!
Tahukah engkau apa itu? Dicintai Allah dan mencintai-Nya.
Cinta Allah kepada hamba adalah puncak cita-cita orang-orang yang sholeh. Karena apabila Allah cinta kepada hamba-Nya, Dia ridho kepadanya, meridhoi amalan, perkataan dan hatinya. Kebahagiaan apalagi yang melebihi itu?
Katakana kepadaku sejujurnya: apakah ada seseorang yang tulus dan benar dalam mencintai kekasihnya lalu ia menyiksa kekasihnya? neraka apalagi yang ditakuti seorang hamba apabila ia dicintai Allah? (dan bagi Allah adalah perumpamaan yang lebih tinggi – walillahil Matsalil A’laa).

[1] Shohih Al Jami’ (3314).
[2] Kholid Al Ahmady, Al Hubb dengan beberapa penyesuaian.
[3] Maryam : 96.
[4] At-Tahrim : 11.


sumber :
newer post

Crimping dan Pasang Konnektor RJ45

0 komentar
Walaupun teknologi nirkabel sudah mampu mengakomodasi banyak sekali kebutuhan jaringan dan mengurangi biaya perusahaan, keberadaan jaringan kabel masih sangat dibutuhkan terutama karena terkait masalah keamanan dan kecepatan. Nah, terkait dengan jaringan kabel kali ini aku mau sedikit berbagi pengetahuan (semangat open source) dengan teman semua mengenai crimping dan pemasangan konektor RJ45 ke kabel UTP.

Tutorial ini semoga bermanfaat mengingat terutama karena konektor RJ45 yang mempunnyai toleransi kesalahan yang kecil. Maksudnya, konektor RJ45 ini hanya sekali pakai, apabila temans melakukan kesalahan dalam proses crimping, maka konektor RJ45 tersebut tidak akan bisa dipakai lagi.

Oh, ya sebelumnya kita harus memerhatikan beberapa alat dan bahan
  1. Kabel UTP
    Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan kabel yang umum digunakan dalam jaringan LAN. Kabel UTP mempunyai 8 pin (4 pasang), yaitu:
    PIN KE-
    WARNA KABEL
    FUNGSI PIN
    1
    HIJAU-PUTIH
    TD+
    2
    HIJAU
    TD-
    3
    JINGGA-PUTIH
    RD+
    4
    BIRU
    NC
    5
    BIRU-PUTIH
    NC
    6
    JINGGA
    RD-
    7
    COKLAT-PUTIH
    NC
    8
    COKLAT
    NC
  2. Konektor RJ45
    Perlu diingat untuk membedakan Konektor RJ45 dengan Konektor RJ11, Konektor RJ45 ini mempunyai delapan pin, sedangkan Konektor RJ11 mempunyai empat pin.
  3. Crimping Tool
    Crimping tool merupakan alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11.
  4. Cable Tester
    Oh ya untuk mengetes hasil kerja kita, gunakan cable tester. Lampu yang hidup sebagai penanda sambungan befungsi dengan baik.
  5. Pemotong/ Cutter
LANGKAH CRIMPING
  1. Kupas kedua ujung kulit luar kabel UTP dengan menggunakan gunting atau cutter. Pastikan tidak ada kabel dalam yang terpotong.
  2. Luruskan kabel-kabel dalam dan urutkan sesuai warnanya. Berikut dua jenis pengurutan:
    a. Straight Through
    Biasanya digunakan untuk menghubungkan PC dengan peralatan IT. PC sebagai DTE (Data Terminal Equipment) dan peralatan IT tersebut sebagai DCE (Data Communication Equipment). Dapat dikatakan, kabel straight through ini digunakan untuk menghubungkan dua jenis perangkat yang berbeda. Untuk melihat bagaimana pengurutan kabel straight through sangat mudah, pastikan kedua sisi (sisi A dan sisi B) memiliki pengaturan kabel dengan warna yang sama.
    b. Crossover
    Biasanya digunakan untuk menghubungkan peralatan sejenis, semisal PC – PC, hub – hub. Jadi untuk menghubungkan antar DCE (Data Terminal Equipment) atau antar DCE (Data Communication Equipment). Bertentangann dengan kabel straight through, pada pengurutan crossover, kedua sisi (sisi A dan sisi B) memiliki pengaturan kabel warna yang berbeda. Harap diingat bahwa yang dibuat crossover hanya salah satu sisi kabel saja.
  1. Setelah lurus potong ujung kabel dengan menggunakan gunting, usahakan pemotongan lurus.
  2. Masukkan (colokkan) kabel tersebut ke Konektor RJ45. Pastikan ujung tembaga kabel yg warna-warninya terlihat. Karena jika tidak maka dapat menyebabkan tidak adanya traffic data dan kabel LAN tidak bisa berfungsi.
  3. Jepit dengan menggunakan crimping tool sampai berbunyi “cekrek”
  4. Untuk gladi resik, kita gunakan cable tester dengan memasukan Konektor RJ45. Pastikan agar semua lampu indikator menyala.
  5. Sambungkan setiap ujung kabel UTP ke Network Interface Card ke masing-masing komputer.
PEER TO PEER
Peer-to-peer (P2P) network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Kabel UTP yang sudah kita crimping tadi akan kita tes untuk jaringan P2P.
  1. Sebelumnya kita harus mengatur alamat IP masing-masing komputer.
    Aku menggunakan sistem operasi Ubuntu Lucid Lynx 10.04, kita gunakan terminal yang terdekat
    Kita harus mengubah berkas berikut:
    /etc/network/interfaces

    Awalnya, berkas ini hanya berisi informasi tentang alamat loopback lokal komputer kita:
    auto lo
    iface lo inet loopback

  2. Katakanlah kamu ingin menentukan IP statis 192.168.1.2 untuk koneksi jaringan eth0 kamu (adaptor Ethernet pertama di sistem kamu, jika kamu hanya memiliki satu, maka itu adalah eth0), dengan subnet mask 255.255.255.0 dan local gateway 192.168.1.1.
  3. Buat salinan cadangan dari berkas interface:
    sudo cp /etc/network/interfaces ~
    Perintah ini akan membuat salinan cadangan di direktori home kamu jika sesuatu berjalan tidak beres selama proses pengubahan.
  4. Selanjutnya, jalankan editor teks:
    sudo gedit /etc/network/interfaces
  5. Tambahkan baris ini
    iface eth0 inet static
    address 192.168.1.2
    netmask 255.255.252.0
    gateway 192.168.1.1

  6. Simpan hasilnya, kemudian restart komputer
  7. Apabila tidak mau merestart, ketik
    sudo ifup eth0
  8. Lihat hasilnya dengan
    ifconfig
Sumber:





newer post
newer post older post Home