Tampilkan postingan dengan label My-Note. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My-Note. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2011

Satu Langkah

0 komentar
"Jalan yang panjangnya seribu mil dimulai dengan satu langkah"

Jika kita tak pernah untuk melangkah kita tak akan pernah sampai ....

sabarlah....., selangkah demi selangkah pasti kita lewati......

karna tak mungkin satu langkah kita sepanjang seribu mil....

sabarlah .... ,esok nanti pasti kita sampai ketempat tujuan ....
newer post

Belum ada judul

0 komentar
jam 3 pagi hari ini masih aja berada di depan lepi ane yang imut ini gg tau harus gimana lagi ngerjain tugas-tugas ini ... beuuh desperate banget gw kayaknya yaa pkoknya masih ada tugas yang belom muncul muncul idenya apa .. ini baru pertama aja nulis beginian di blog ... ya siapa tau ini blog saksi bisu perjalan hidup gw ...

entah kenapa malem ini perasaan gw aneh ya mungkin aja dengan menulis bisa ngobatin perasaan aneh ini .. aneh nya kenapa pasti pada nanya gitu deeh ...ya aku juga tidah tau gw cuma bisa bilang itu ...ada sesuatu di dalam diri gw yang entah kenapa gg mau muncul di dalem diri gw ... sesuatu yang tertahan gag tau tertahan apa ... sesuatu yang jika itu muncul bakalan ngebedain diri gw sama orng lain .. sesuatu seperti tekad ...,semangat ... ,cinta ... ,inspirasi... ,sebuah kemauan akan kesuksesan dan sebuah keinginan,sesuatu yang begitu positive , sesuatu yang begitu kuat tapi entah kenapa gg bisa di munculin dalem diri gw ... aneh rasanya


aneh ada sesuatu yang tertahan .... apa itu mungkin rasa bersalah gw akan waktu ya ...? ketika gw merasa gag disiplin ,,, menyia nyiakan waktu ...merasa kecewa akan sesuatu yang gw kerjain karna nilai yang tdk memuaskan  ya gw merasakan kaya begini ...
jujur gw bukanlah orng yang disiplin walaupun dalem diri gw pengen banget menjadi orang yang disiplin ...gw juga bukan orang yang bisa mamnfaatkan waktu dengan baik dan hasilnya pun gw merasa sedih ngebuang waktu yang berharga itu, perasaan ini aneh memang apalagi ketika gw mengerjakan sesuatu entah tugas atau apa yang ketika di lihat hasilnya tidak memuaskan yaa.. tidak memuaskan dan entah kenapa gw percaya kalo gw bisa lebih dari itu tapi gw gg bisa membuktikanya .... ada sesuatu di dalam diri gw yang membuat gw tidak maksimal melakukan sesuatu ... tidak fokus tidak serius ... ada sesuatu yang menahan gw untuk lebih berhasil lagi ....

gw orang yang berusaha selalu membakar semangat bagi diri sendiri bahkan kadang sangking terbakarnya temen2 memandang gw orang yang aneh .. nerd .. atau apalah ... tapi ketika semangat itu hilang ... maka hilanglah semua .....mungkin bener kta orang "
sesuatu yang mudah terbakar akan cepat padam nya tapi sesuatu yang sulit terbakar ketika terbakar maka panasnya akan terus di simpan ...."

ada sesuatu yang menahan gw ..mungkin itu diri gw sendiri gw belom pernah merasakan puas dengan hasil yang gw kerjakan entah kenapa walaupun gw ekrjain sendiri masih kurang aja rasanya .... ya masih gg maksimal ... ada rasa malas di sela sela ngerjain itu ... adakata 'ntar' ,'nanti','santai saja dulu' di dalemhati ini ... yang akhirnya gw kehabisan waktu ... begitu dan selalu terulang ...

jika emang ada sesuatu yang harus di lawan ya mungkin diri gw sendiri ...

mengingat mereka orang tua gw ,adik adik gw , orng yang gw sayang .,mengingat siapa diri gw , mengingat tuhan gw ., mengingat perjalanan yang masih begitu jauh tanpa sedikit bekal yang di siapkan membuat gw merasa sedih merasa semangat untuk berjuang di saat yang sama....

gw pengen ngebahagian ortu adik adik  dan orang yang gw sayangi....gw pengen ngoprek komputer dan linux lebih serius lagi hal pengen tau banyak hal tentang networking ,ttng teknologi.. pengen belajar banyak hal..gw pengen belajar agama yang serius gw pengen nabung buat bekal gw nanti .... ini sebagian mimpi mimpi gw dan mungkin kalian adalah saksinya ....

hal yang pertama yang gw lakuin adalah melawan diri gw sendiri .....dan ini adalah musuh terberat yang harus gw taklukan ....
benar kata orang
"Musuh terbesar dan terberat yang harus kau lawan adalah diri sendiri jika kau menang maka dirimu adalah orang yang kuat "
mungkin ini hal yang pas untuk gw saat ini ..

Bissmilahirohmannirahim

kata simple "Aku pasti bisa" sepele memang tapi sarat akan sebuah kepercayaan diri ....

Gnabatte ne !
newer post

Jaringan dasar

0 komentar
OSI Layer
OSI Layer apa siih itu ???
Model “Open Systems Interconnection “ (OSI) diciptakan oleh International
Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika
terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan.
Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat
berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Terdapat 7 layer pada model
OSI. Setiap layer
bertanggungjawwab secara
khusus pada proses
komunikasi data. Misal, satu
layer bertanggungjawab untuk
membentuk koneksi antar
perangkat, sementara layer
lainnya bertanggungjawab
untuk mengoreksi terjadinya
“error”
selama proses transfer data
berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam
dua group: “upper layer” dan
“lower layer”. “Upper layer”
fokus pada applikasi pengguna
dan bagaimana file
direpresentasikan di komputer.
Untuk Network Engineer,
bagian utama yang menjadi
perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data
melalui jaringan aktual. “Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model
jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/
“hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan
standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity”
(dapat dibongkar pasang).
“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa
mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi
terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras
“hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam‐macam alasan atau keinginan
yang berbeda.
Berikut adalah model referensi OSI 7 lapisan, yang mana setiap lapisan menyediakan
tipe
khusus pelayanan jaringan :
Peer process
| Application layer
|<----------------->|
Application layer |
| Presentation layer
|<----------------->|
Presentation layer |
| Session layer
|<----------------->|
Session layer
|
| Transport layer
|<----------------->|
Transport layer
|
| Network layer
|<----------------->|
Network layer
|
| Data link layer
|<----------------->|
Data link layer
|
| Physical layer
|<----------------->|
Physical layer
|
Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai "upper lever protocol" sedangkan empat
lapisan terbawah dikenal sebagai "lower level protocol". Tiap lapisan berdiri sendiri
tetapi fungsi dari masing-masing lapisan bergantung dari keberhasilan operasi layer
sebe- lumnya. Sebuah lapisan di pengirim hanya perlu berhubungan dengan lapisan yang
sama di penerima (jadi misalnya lapisan data link penerima hanya berhubungan dengan
data link pengirim) selain dengan satu layer di atas atau dibawahnya (misalnya lapisan
network berhubungan dengan lapisan transport diatasnya atau dengan lapisan data link
diba- wahnya).
Model dengan menggunakan lapisan ini merupakan sebuah konsep yang penting
karena suatu fungsi yang rumit yang berkaitan dengan komunikasi dapat dipecahkan
menjadi sejumlah unit yang lebih kecil. Tiap lapisan bertugas memberikan layanan
tertentu pada lapisan diatasnya dan juga melindungi lapisan diatasnya dari rincian cara
pemberian layanan tersebut. Tiap lapisan harus transparan sehingga modifikasi yang
dilakukan atasnya tidak akan menyebabkan perubahan pada lapisan yang lain. Lapisan
menjalankan perannya dalam pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang berlaku
untuknya dan hanya berkomunikasi dengan lapisan yang setingkat. Akibatnya sebuah
lapisan pada satu sistem tertentu hanya akan berhubungan dengan lapisan yang sama
dari sistem yang lain. Proses ini dikenal sebagai "Peer process". Dalam keadaan
sebenarnya tidak ada data yang langsung dialihkan antar lapisan yang sama dari dua
sistem yang berbeda ini. Lapisan atas akan memberikan data dan kendali ke lapisan
dibawahnya sampai lapisan yang terendah dicapai. Antara dua lapisan yang berdekatan
terdapat "interface" (antarmuka). Interface ini mendifinisikan operasi dan layanan yang
diberikan olehnya ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan harus melaksanakan sekumpulan
fungsi khusus yang dipahami dengan sempurna. Himpunan lapisan dan protokol dikenal
sebagai "arsitektur jaringan". Pengendalian komunikasi dalam bentuk lapisan menambah
overhead karena tiap lapisan berkomunikasi dengan lawannya melalui "header".
Walaupun rumit tetapi fungsi tiap lapisan dapat dibuat dalam bentuk modul sehingga
kerumitan dapat ditanggulangi dengan mudah.
7 Layer OSI
Model OSI terdiri dari 7 layer :
1. Application
2. Presentation
3. Session
4. Transport
5. Network
6. Data Link
7. Physical
Apa Yang di lakukan OSI layer ?
Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus
melewati ke‐tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai
physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical
sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan
ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai
dengan layernya.
Cara Kerja : Pembentukan paket dimulai dari layer teratas model OSI. Aplication layer
megirimkan data ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header
dan atau tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun
demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer
dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer. Di physical layer data
dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan. Di host tujuan paket data mengalir
dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah kelayer paling atas. Protokol pada
physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media transmisi kemudian
mengirimkannya ke data link layer, data link layer memeriksa data-link layer header
yang ditambahkan host pengirim pada paket, jika host bukan yang dituju oleh paket
tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika host adalah yang dituju oleh paket
tersebut maka paket akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai
ke application layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini
disebut dengan “peer-layer communication”.
Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini
bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti
program e‐mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau
aplikasi komputer lainnya .
Penjelaasan :
Application Layer:
Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas
pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e‐mail, dan service
lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya
Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat
untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG
untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan
konversi.
Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan
mengatur koneksi,‐ bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi
di layer ini disebut “session”.
Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga
koneksi logika “end‐to‐end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error
(error handling).
Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute
yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data
pada layer ini berbentuk paket.
Data Link Layer: Menyediakan link untuk data,memaketkannya menjadi
frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media.
komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical
antara sistem koneksi dan penanganan error.
Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan
mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar
sistem.
Beberapa Protokol yang bekerja pada OSI Layer .
1. SMTP
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang
umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Protokol ini
dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke
server surat elektronik penerima.
2. FTP
File Transfer Protokol (FTP) ialah protokol standar untuk pentransferan data baik
download maupun upload. maka dari itu dibedakan menjadi klien ftp dan server
ftp.
3. TELNET
Protokol TELNET dipakai untuk menyamai seperti terminal yang terkoneksi
untuk host secara remote (berjauhan). Prinsip kerjanya menggunakan TCP sebagai
protokol transport untuk mengirimkan informasi dari keyboard pada user menuju
remote-host serta menampilkan informasi dari remote-host ke workstation pada
user.
Untuk menjalankan proses TELNET maka digunakan komponen TELNET untuk
client yang dijalankan pada workstation (user) dan server TELNET yang
dijalankan pada host.
4. DNS
sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama
domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan
komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama
host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang
menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
5. SNMP
Simple Network Management Protocol (SNMP) merupakan protokol standard
industri yang digunakan untuk memonitor dan mengelola berbagai perangkat di
jaringan Internet meliputi hub, router, switch, workstation dan sistem manajemen
jaringan secara jarak jauh (remote).
6. NFS
NFS umumnya menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang
berjalan di atas UDP dan membuka port UDP dengan port number 2049 untuk
komunikasi antara client dan server di dalam jaringan. Client NFS selanjutnya
akan mengimpor sistem berkas remote dari server NFS, sementara server NFS
mengekspor sistem berkas lokal kepada client.
Mesin-mesin yang menjalankan perangkat lunak NFS client dapat saling
berhubungan dengan perangkat lunak NFS server untuk melakukan perintah
operasi tertentu dengan menggunakan request RPC. Adapun operasi-operasi yang
didukung oleh NFS adalah sebagai berikut:
> Mencari berkas di dalam direktori.
> Membaca kumpulan direktori.
> Memanipulasi link dan direktori.
> Mengakses atribut berkas.
> Membaca dan menulis berkas.
Perlu diketahui bahwa server NFS bersifat stateless , yang artinya setiap request
harus mengandung argumen yang penuh dan jelas sebab server NFS tidak
menyimpan sejarah informasi request . Data yang dimodifikasi harus di commit
ke server sebelum hasilnya di kembalikan ke client . NFS protokol tidak
menyediakan mekanisme concurrency-control.
7. RPC
Remote Procedure Call (RPC) adalah sebuah metode yang memungkinkan kita
untuk mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat
melakukan ini sebuah server harus menyediakan layanan remote procedure.
Pendekatan yang dilakuan adalah sebuah server membuka socket, lalu menunggu
client yang meminta prosedur yang disediakan oleh server. Bila client tidak tahu
harus menghubungi port yang mana, client bisa me- request kepada sebuah
matchmaker pada sebuah RPC port yang tetap. Matchmaker akan memberikan
port apa yang digunakan oleh prosedur yang diminta client.
8. TFTP
Trivial File Transfer Protocol (disingkat menjadi TFTP) adalah sebuah protokol
perpindahan berkas yang sangat sederhana yang didefinisikan pada tahun 1980.
TFTP memiliki fungsionalitas dasar dari protokol File Transfer Protocol (FTP).
Karena protokol ini sangatlah sederhana, maka implementasi protokol ini dalam
komputer yang memiliki memori yang kecil sangatlah mudah. Hal ini memang
pertimbangan yang sangat penting pada saat itu. Akhirnya, TFTP pun digunakan
untuk melakukan booting komputer seperti halnya router jaringan komputer yang
tidak memiliki perangkat penyimpanan data. Protokol ini kini masih digunakan
untuk mentransfer berkas-berkas kecil antar host di dalam sebuah jaringan, seperti
halnya ketika terminal jarak jauh X Window System atau thin client lainnya
melakukan proses booting dari sebuah host jaringan atau server.
9. TCP
Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang berada di
lapisan transpor (pada lapisan OSI) yang berorientasi sambungan (connection-
oriented) dan dapat diandalkan (reliable)
10. UDP
singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan
transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa
koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan
TCP/IP. Biasanya untuk hardware dan memory yang lemah dikarenakan protokol
ini merupakan protokol yang ringan.
11. ICMP
Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah salah satu protokol inti dari
keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi
komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai
contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
12. IGMP
IGMP (Internet Group Management Protocol) yaitu protokol yang mendeteksikan
pada router tentang adanya group jaringan multicast dan juga mengetahui
beberapa host tertentu yang tergabung dalam multicast tertentu.
13. ARP
ARP (Address Resolution Protocol) : yaitu protokol yang berfungsi untuk
mendata siapa atau tujuan kemana data akan dikirimkan. yaitu dengan meresolusi
alamat IP ke MAC address dari hardware tujuan data tersebut.
14. RARP
RARP (Reverse Address Resolution Protocol) : yaitu protokol yang mendata juga
tujuan data akan dikirimkan atau siapa yang berada pada jaringan itu. yaitu
dengan meresolusi MAC address tujuan tersebut kedalam bentuk IP dari hardware
tujuan itu.
Enkapsulasi dan Dekapsulasi
Secara umum enkapsulasi merupakan sebuah proses yang membuat satu jenis
paket data jaringan menjadi jenis data lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah
protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang
berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami
oleh protokol tersebut.
Enkapsulasi data dan pada layer 4 disebut sebagai SEGMENT. Segment
selanjutnya dikirim ke lapisan network sebagai DATA. Pada layer network data kembali
dikemas dengan informasi yang relevan untuk layer-3 berupa Header. Pada lapisan
network hasli enkapsulasi data disebut sebagai PAKET (PACKET). Paket diteruskan ke
layer- 2. Memasuki layer-2 paket tersebut kembalidi berikan informasi yang disebut
sebagai layer-2 header dan data setelah mendapat informasi header layer-2 kemudian
disebut sebagai FRAME. Frame kemudian memasuki layer satu (physical layer) dan
diubah menjadi bitstream yang akhirnya ditransmisi ke tujuan.
Proses transmisi data pada layer fisik bentuk transmisi data dipengaruhi oleh
media yang digunakan dan media ini disebut dengan media transmisi. Media transmisi
berfungsi membawa informasi yang telah diubah menjadi sinyal listrik ke tujuan yang
sesuai. Secara phisik, media transmisi dapat berupa gelombang radio, satelit, kabel
tembaga, dan kabel optik. Teknik pengiriman yang dipakai bermacam-macam, telah
berevolusi dari yang paling awal seperti gelombang mikro analog, gelombang mikro
digital.
Semsampainya di tujuan, bitstream ini kemudian diubah menjadi FRAME. FRAME-
header kemudian dilepas dan dikirim ke layer-3 sebagai PAKET. PAKET selanjutnya
melepas header dan mengirim data tersebut ke layer-4 sebagai SEGMENT. SEGMEN
kemudian melepas layer-4 header dan memberikan DATA ke layer-5,6,7 yang akhirnya
diterima oleh User sebagai data. Proses pelepasan header dari layer ke layer disebut
sebagai Dekapsulasi.
Tambahan Penjelasan tentang Enkapsulasi & Dekapsulasi :
Enkapsulasi
Enkapsulasi , secara umum merupakan sebuah proses yang membuat satu jenis paket data jaringan
menjadi jenis data lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang
lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan
data ke format data yang dipahami oleh protokol tersebut. Dalam OSI Reference Model, proses
enkapsulasi yang terjadi pada lapisan terendah umumnya disebut sebagai “framing“. Beberapa jenis
enkapsulasi lainnya antara lain:
• Frame Ethernet yang melakukan enkapsulasi terhadap datagram yang dibentuk oleh Internet
Protocol (IP), yang dalam datagram tersebut juga melakukan enkapsulasi terhadap paket data
yang dibuat oleh protokol TCP atau UDP. Data yang dienkapsulasi oleh protokol TCP atau UDP
tersebut sendiri merupakan data aktual yang ditransmisikan melalui jaringan.
• Frame Ethernet yang dienkapsulasi ke dalam bentuk frame Asynchronous Transfer Mode
(ATM) agar dapat ditransmisikan melalui backbone ATM.
Lapisan data-link dalam OSI Reference Model merupakan lapisan yang bertanggung jawab dalam
melakukan enkapsulasi atau framing data sebelum dapat ditransmisikan di atas media jaringan (kabel,
radio, atau cahaya). Dalam teknologi jaringan Local Area Network (LAN), hal ini dilakukan oleh
Carrier sense multiple access with collision detection (CSMA/CD) untuk jaringan Ethernet; token-
passing untuk jaringan Token Ring, dan lain-lain.
Proses enkapsulasi berbeda-beda dalam tiap layernya, berikut prosesnya :
1. Awalnya data dibuat, ketika memulai proses pengiriman, data turun melalui Application layer
(layer 7) yang bertanggung jawab dalam pertukaran informasi dari komputer ke jaringan, pada
dasarnya layer ini merupakan interface antara jaringan dengan aplikasi yang digunakan user.
Dapat juga disebut bahwa layer ini berfungsi untuk mendefinisikan request dari user.
Kemudian data diteruskan ke layer Presentation (layer 6), yang mana layer ini bertanggung jawab
dalam menentukan apakah ia perlu untuk melakukan enkripsi terhadap request ini ataupun ke bentuk
lain dari translasi data. Jika proses sudah lengkap, selanjutnya ditambahakan informasi yang
diperlukan.
Lalu di forward ke Session layer (layer 5) yang mana layer ini akan memeriksa apakah aplikasi
merequest suatu informasi dan memverifikasi layanan yang direquest itu pada server.
Setiap informasi yang akan dilewatkan ditambahkan header setiap turun 1 layer . Namun, pada
pemrosesan layer 5, 6 dan 7 terkadang tidak diperlukan adanya header. Ini dikarena-kan tidak ada
informasi baru yang perlu diproses.
1. Sampailah data di Transport layer (layer 4), memastikan bahwa ia mempunya suatu koneksi
yang sudah tepat dengan server dan memulai proses dengan mengubah informasi itu ke bentuk
segment. Pengecekan error dan penggabungan data yang berasal dari aplikasi yang sama
dilakukan di layer transport ini serta keutuhan data di jamin pula di sini. Terbentuk L4PDU dari
proses ini.
2. Selanjutnya segment tersebut diteruskan ke Network layer (layer 3), disini diterima segment-
segment tadi dan ditambahkan alamat network untuk station yang me-request dan alamat
network untuk server yang direquest. Segment-segment tersebut akan diubah menjadi packet-
packet, Kemudian layer Network membuat header Network, dimana didalamnya terdapat juga
alamat layer Network, dan ditempatkan L4PDU dibaliknya, dan terbentuklah L3PDU.
3. Kemudian packet-packet tadi dilewatkan ke layer Data Link (layer 2) dan paket-paket tadi
diatur dan kemudian akan dibungkus lagi ke dalam individual frame, salah satu contoh dalam
proses ini adalah memberikan alamat MAC tujuan dan MAC address sumber yang kemudian
informasi tersebut digunakan untuk membuat trailer. Dikarenakan suatu paket dapat dikirimkan
melalui banyak sekali perangkat dan router, disinilah peran MAC Address dalam mengirimkan
paket antara satu router dan router lainnya. Kemudian akan ditransmisikan ke media. Seluruh
informasi yanng ditambahkan oleh tiap layer sebelumnya (sebagai suatu actual file request)
harus cocok ke dalam ukuran 46-1500 byte data field pada frame ethernet. Data link layer
bertanggung jawab untuk mengirimkan frame menurut topologi yang digunakan. Terbentuklah
L2PDU pada proses ini.
4. Terakhir, sampailah data di layer Physical (layer 1), informasi akan dibawa dari source menuju
destination. Karena Physical layer tidak mengenal frame, ia akan melewatkan informasi itu ke
bentuk bits. Tidak terjadi penambahan header pada layer ini. Layer Physical ini berhubungan
dengan perangkat keras. Akhirnya bit-bit tersebut nantinya akan disinkronisasi dan kemudian
diubah menjadi sinyal listrik yang berupa tinggi rendahnya tegangan dan selanjutnya
ditransmisikan melalui media. Misalnya dari kabel ke tujuan, hal ini sesuai dengan karakteristik
lapisan Physical layer yang menentukan rangkaian kejadian dimana arus bit berpindah melalui
medium fisik.
Pada tiap layer terdapat LxPDU (Layer N Protocol Data Unit), dimana merupakan bentuk dari byte
pada header-trailer pada data. PDU merupakan proses-proses pada setiap layer dari model OSI. Pada
tiap-tiap layer juga terbentuk bentukan baru, pada layer 2 PDU termasuk header dan trailer disebut
bentukan frame. Pada layer 3 disebut paket (packet). Sedangkan pada layer 4 disebut segmen
(segment).
C. Dekapsulasi
Dekapsulasi merupakan kebalikan dari Enkapsulasi, Dekapsulasi berjalan dari layer terbawah atau
Physical Layer sampai ke layer paling atas atau Application layer. Jika pada Enkapsulasi, terjadi proses
penambahan Header pada data, maka pada Dekapsulasi terjadi proses pelepasan Header-header yang
telah ditambahkan sebelumnya.
TCP/IP
Apa Itu TCP/IP ???
TCP/IP (singkatan dari Transmission Control protocol/Internet Protocol) adalah
sekelompok protokol yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi
dan bertukar data di dalam suatu jaringan pada umumynya, dan Internet pada khususnya.
Protokol merupakan himpunan aturan yang memungkinkan komputer untuk
berhubungan antara satu dengan yang lain, biasanya berupa bentuk waktu, barisan,
pemeriksaan error saat transmisi data.
Komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol ini. Karena
menggunakan bahasa yang sama, yaitu protokol TCP/IP, perbedaan jenis komputer dan
sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem operasi Windows
dapat berkomunikasi dengan komputer Sun-SPARC yang menjalankan Solaris. Jadi, jika
sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung ke internet,maka
komputer tersebut dapat berhubungan langsung dengan komputer lain dibelahan dunia
manapun yang juga terhubung dengan internet
Sejarah singkat TCP/IP
Konsep TCP/IP berawal dari kebutuhan DoD (Departement of Defense) AS akan suatu
komunikasi di antara berbagai variasi komputer yang telah ada. Komputer-komputer
DoD ini seringkali harus berhubungan antara satu organisasi peneliti dengan organisasi
peneliti lainnya, dan harus tetap berhubungan sehingga pertahanan negara tetap berjalan
selama terjadi bencana, seperti ledakan nuklir. Oleh karenanya pada tahun 1969
dimulailah penelitian terhadap serangkaian protokol TCP/IP. Di antara tujuan-tujuan
penelitian ini adalah sebagai berikut :
• Terciptanya protokol-protokol umum, DoD memerlukan suatu protokol yang dapat
ditentukan untuk semua jaringan.
• Meningkatkan efisiensi komunikasi data.
• Dapat dipadukan dengan teknologi WAN (Wide Area Network) yang telah ada.
• Mudah dikonfigurasikan.
Tahun 1968 DoD ARPAnet (Advanced Reseach Project Agency) memulai
penelitian yang kemudian menjadi cikal bakal packet switching . Packet switching
inilah yang me-mungkinkan komunikasi antara lapisan jaringan dimana data dijalankan
dan disalurkan melalui jaringan dalam bentuk unit-unit kecil yang disebut packet*. Tiap-
tiap packet ini membawa informasi alamatnya masing-masing yang ditangani dengan
khusus oleh jaringan tersebut dan tidak tergantung dengan paket-paket lain. Jaringan
yang dikembangkan ini, yang menggunakan ARPAnet sebagai tulang punggungnya,
menjadi terkenal sebagai internet.
Protokol-protokol TCP/IP dikembangkan lebih lanjut pada awal 1980 dan menjadi
protokol-protokol standar untuk ARPAnet pada tahun 1983. Protokol-protokol ini
mengalami peningkatan popularitas di komunitas pemakai ketika TCP/IP digabungkan
menjadi versi 4.2 dari BSD (Berkeley Standard Distribution) UNIX. Versi ini digunakan
secara luas pada institusi penelitian dan pendidikan dan digunakan sebagai dasar dari
beberapa penerapan UNIX komersial, termasuk SunOS dari Sun dan Ultrix dari Digital.
Karena BSD UNIX mendirikan hubungan antara TCP/IP dan sistem operasi UNIX,
banyak implementasi UNIX sekarang menggabungkan TCP/IP.
(*)CATATAN: Packet adalah unit informasi yang mana jaringan berkomunikasi. Tiap-
tiap paket berisi identitas (header) station pengirim dan penerima, informasi error-
control, permintaan suatu layanan dalam lapisan jaringan, informasi bagaimana
menangani permintaan dan sembarang data penting yang harus ditransfer.
Layanan-Layanan dari TCP/IP
Berikut ini adalah layanan "tradisional" yang dilakukan TCP/IP :
a) Pengiriman file (file transfer).
File Transfer Protokol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat
mengirim ataupun menerima file ke komputer jaringan. Karena masalah keamanan data,
maka FTP seringkali memerlukan nama pengguna (user name) dan password, meskipun
banyak juga FTP yang dapat diakses melalui anonymous, alias tidak berpassword.
b) Remote login.
Network terminal Protokol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat
melakukan log in ke dalam suatu komputer didalam suatu jaringan. Jadi hal ini berarti
bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari
komputer jaringan tersebut.
c) Computer mail.
Digunakan untuk menerapkan sistem elektronik mail.
d) Network File System (NFS).
Pelayanan akses file-file jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses
file-file pada komputer jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan secara lokal.
e) Remote execution.
Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program di dalam
komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yang
terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yang banyak dalam suatu system komputer.
Ada beberapa jenis remote execution, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja,
yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yang
menggunakan "prosedure remote call system", yang memungkinkan program untuk
memanggil subroutine yang akan dijalankan di system komputer yang berbeda. (sebagai
contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah "rsh" dan "rexec")
f) Name servers.
Nama database alamat yang digunakan pada internet
TCP/IP model dan perbandinganya dengan OSI :
Keterangan keempat lapisan tersebut adalah sebagai berikut
a. Network Access
Lapisan ini hanya menggambarkan bagaimana data dikodekan menjadi sinyal-
sinyal dankarakteristik antarmuka tambahan media. Dengan demikian lapisan ini
bertanggung jawab menerima dan mengirim data dan dari media fisik. Media fisiknya
dapat berupa kabel, serat optik, atau gelombang radio. Karena tugasnya ini, protokol
yang ada di layer ini harus mampu menerjemahkan sinyal listrik menjadi data digital
yang dapat dimengerti oleh komputer, yang berasal dari peralatan lain yang sejenis
b. Internet layer/ network layer
Protokol yang berada di layer ini bertanggung jawab dalam proses pengiriman
paket ke alamat yang tepat. Pada layer ini terdapat tiga macam protokol, yaitu IP, ARP
(Addres Resolution Protocol), dan ICMP (Internet Control Message Protocol)
Untuk mengirimkan pesan pada suatu internetwork (suatu jaringan yang
mengandung beberapa segmen jaringan), tiap jaringan harus secara unik diidentifikasi
oleh alamat jaringan. Ketika jaringan menerima suatu pesan dari lapisan yang lebih atas,
lapisan network akan menambahkan header pada pesan yang termasuk alamat asal dan
tujuan jaringan. Kombinasi dari data dan lapisan network disebut "paket". Informasi
alamat jaringan digunakan untuk mengirimkan pesan ke jaringan yang benar, setelah
pesan tersebut sampai pada jaringan yang benar, lapisan data link dapat menggunakan
alamat node untuk mengirimkan pesan ke node tertentu.meneruskan paket ke jaringan
yang benar disebut "routing" dan peralatan yang meneruskan paket adalah "routers".
Suatu antar jaringan mempunyai dua tipe node :
• "End nodes", menyediakan pelayanan kepada pemakai. End nodes menggunakan
lapisan network utk menambah informasi alamat jaringan kepada paket, tetapi tidak
melakukan routing. End nodes kadang-kadang
disebut "end system" (istilah OSI)
atau "host" (istilah TCP/IP)
•Router memasukan mekanisme khusus untuk melakukan routing. Karena
routing merupakan tugas yang kompleks, router biasanya merupakan peralatan tersendiri
yang tidak menyediakan pelayanan kepada pengguna akhir. Router kadang- kadang
disebut "intermediate system" (istilah OSI) atau "gateway" (istilah TCP/IP).Selain itu
juga lapisan ini bertanggung jawab untuk pengiriman data melalui antar jaringan.
Protokol lapisan intenet yang utama adalah internet protokol, IP. IP menggunakan
protokol-protokol lain untuk tugas-tugas khusus internet. ICMP(dibahas nanti)
digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan ke lapisan host ke host.
Adapun fungsi IP :
1. Pengalamatan
2. Fragmentasi datagram pada antar jaringan
3. Pengiriman datagram pada antar jaringan
c. Transport layer /host to host
c. Transport layer /host to host
Layer ini berisi protokol yang bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi
antara dua host/komputer. Protokol tersebut adalah TCP dan UDP (User Datagram
Protocol),Disamping itu, salah satu tanggung jawab lapisan ini adalah membagi pesan-
pesan menjadi fragment-fragment yang cocok dengan pembatasan ukuran yang dibentuk
oleh jaringan. Pada sisi penerima, lapisan transport menggabungkan kembali fragment
untuk mengembalikan pesan aslinya, sehingga dapat diketahui bahwa lapisan transport
memerlukan proses khusus pada satu komputer ke proses yang bersesuaian pada
komputer tujuan. Hal ini dikenal sebagai Service Access Point (SAP) ID kepada setiap
paket (berlaku pada model OSI, istilah TCP/IP untuk SAP ini disebut port *).
Ada dua kategori umum deteksi kesalahan dapat dilakukan oleh lapisan transport :
a. Reliable delivery, berarti kesalahan tidak dapat terjadi, tetapi kesalahan akan
dideteksi jika terjadi. Pemulihan kesalahan dilakukan engan jalan memberitahu- an
lapisan atas bahwa kesalahan telah terjadi dan meminta pengirimna kembali
paket yang kesalahannya terdeteksi.
b. Unreliable delivery, bukan berarti kesalahan mungkin terjadi, menunjukan bahwa
lapisan transport tidak memeriksa kesalahan tetapi tersebut. Karena pemeriksaan
kesalahan memerlukan waktu dan mengurangi penampil- an jaringan. Biasanya kategori
ini digunakan jika setiap paket mengandung pesan yang lengkap, sedangkan reliable
elivery, jika mengandung banyak paket. Unreliable delivery, sering disebut “datagram
delivery” dan paket-paket bebas yang dikirimkan dengan cara ini sering disebut
“datagram”.
Karena proses lapisan atas (application layer) memiliki kebutuhan yang
bervariasi, terdapat dua protokol lapisan transport /host to host, TCP dan UDP. TCP
adalah protokol yang handal. Protokol ini berusaha secara seksama untuk mengirimkan
data ke tujuan, memeriksa kesalahan, mengirimkan data ulang bila diperlukan dan
mengirimkan error ke lapisan ats hanya bila TCP tidak berhasil mengadakan
komunikasi. Tetapi perlu dicatat bahwa kehandalan TCP tercapai dengan mengorbankan
bandwidth jaringan yang besar. UDP (User Datagram Protocol) disisi lain adalah
protokol yang tidak handal. Protokol ini hanya “semampunya” saja mengirimkan data.
UDP tidak akan berusaha untuk mengembalikan datagram yang hilang dan proses pada
lapisan atas harus bertanggung jawab untuk mendeteksi data yang hilang atau rusak dan
mengirimkan ulang data tersebut bila dibutuhkan.
d Application layer
Lapisan inilah biasa disebut lapisan akhir (front end) atau bisa disebut user
program.Lapisan inilah yang menjadi alasan keberadaan lapisan sebelumnya. Lapisan
sebelumnya hanya bertugas mengirimkan pesan yang ditujukan utk lapisan ini. Di
lapisan ini dapat ditemukan program yang menyediakan pelayanan jaringan, seperti mail
server (email program), file transfer server (FTP program), remote terminal.
(*)
-
Catatan:
-Token Ring merupakan teknologi LAN data link yang didefinisikan oleh IEEE 802.4
dimana sistem dihubungkan satu sama lain dengan menggunakan segmen kabel twisted-
pair point-to-point untuk membentuk suatu struktur ring. Sebuah sistem diijinkan untuk
mengirim hanya bila sistem tersebut memiliki token (data unit khsusus yang digunakan
bersama-sama) yang akan dilewarkan dari satu sistem ke sistem lain sekitar ring.
- Komputer port adalah tempat dimana informasi masuk dan keluar. Di PC contohnya
monitor sebagai keluaran informasi, keyboard dan mouse sebagai masukan informasi.
Tetapi dalam istilah internet, port berbentuk virtual (software) bukan berbentuk fisik
seperti RS232 serial port (untuk koneksi modem).
Prinsip Kerja TCP dan IP
Seperti yang telah dikemukakan di atas TCP/IP hanyalah merupakan suatu lapisan
protokol (penghubung) antara satu komputer dengan yang lainnya dalam network,
meskipun ke dua komputer tersebut memiliki OS yang berbeda. Untuk mengerti lebih
jauh marilah kita tinjau pengiriman sebuah email. Dalam pengiriman email ada beberapa
prinsip dasar yang harus dilakukan. Pertama, mencakup hal-hal umum berupa siapa
yang mengirim email, siapa yang menerima email tersebut serta isi dari email tersebut.
Kedua, bagaimana cara agar email tersebut sampai pada tujuannya.Dari konsep ini
kita dapat mengetahui bahwa pengirim email memerlukan "perantara" yang
memungkinkan emailnya sampai ke tujuan (seperti layaknya pak pos). Dan ini adalah
tugas dari TCP/IP. Antara TCP dan IP ada pembagian tugas masing-masing.
TCP merupakan connection-oriented, yang berarti bahwa kedua komputer yang
ikut serta dalam pertukaran data harus melakukan hubungan terlebih dulu sebelum
pertukaran data (dalam hal ini email) berlangsung. Selain itu TCP juga bertanggung
jawab untuk me-nyakinkan bahwa email tersebut sampai ke tujuan, memeriksa
kesalahan dan mengirim- kan error ke lapisan atas hanya bila TCP tidak berhasil
melakukan hubungan (hal inilah yang membuat TCP sukar untuk dikelabuhi). Jika isi
email tersebut terlalu besar untuk satu datagram, TCP akan membaginya kedalam
beberapa datagram.
IP bertanggung jawab setelah hubungan berlangsung, tugasnya adalah untuk
meroute data packet di dalam network. IP hanya bertugas sebagai kurir dari TCP dalam
penyam- paian datagram dan "tidak bertanggung jawab" jika data tersebut tidak sampai
dengan utuh (hal ini disebabkan IP tidak memiliki informasi mengenai isi data yang
dikirimkan) maka IP akan mengirimkan pesan kesalahan ICMP. Jika hal ini terjadi maka
IP hanya akan memberikan pesan kesalahan (error message) kembali ke sumber data.
Karena IP "hanya" mengirimkan data "tanpa" mengetahui mana data yang akan disusun
berikutnya menyebabkan IP mudah untuk dimodifikasi daerah "sumber dan tujuan"
datagram. Hal inilah penyebab banyak paket hilang sebelum sampai kembali ke sumber
awalnya. Kata-kata Datagram dan paket sering dipertukarkan penggunaanya. Secara
teknis, datagram adalah kalimat yang digunakan jika kita hendak menggambarkan
TCP/IP . Datagram adalah unit dari data, yang tercakup dalam protokol.
ICPM adalah kependekan dari Internet Control Message Protocol yang bertugas
memberikan pesan dalam IP. Berikut adalah beberapa pesan potensial sering timbul. :
a. Destination unreachable, terjadi jika host,jaringan,port atau protokol tertentu tidak
dapat dijangkau.
b. Time exceded, dimana datagram tidak bisa dikirim karena time to live habis.
c. Parameter problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktert dimana kesalahan
terdeteksi.
d. Source quench, terjadi karena router/host tujuan membuang datagram karena batasan
ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses.
e. Redirect, pesan ini memberi saran kepada host asal datagram mengenai router yang
lebih tepat untuk menerima datagram tersebut
f. Echo request dan echo reply message, pesan ini saling mempertukarkan data antara host
newer post

Richard Stallman

0 komentar
BIOGRAFI RICHARD STALLMAN : SANG PENDIRI GNU
Richard Matthew Stallman lahir 16 Maret 1953, di Manhattan, New York. Sebagai anak "broken home", Stallman memiliki hubungan yang tidak baik dengan kedua orang tuanya.

Stallman memiliki kepribadian yang menarik (baca : kontoversial). Semasa SMA, ia selalu mendapat A untuk Matematika dan Fisika (bahkan kemudian ia memanggil dirinya sendiri "math you", yang terdengar serupa dengan "Matthew"). Namun gagal dalam pelajaran Bahasa Inggris, dikarenakan ke"keras kepalaannya" menolak untuk menulis essay dalam bentuk apapun. Bahkan "para jenius" disekolahnya pun tidak dapat mengerti kepribadiannya yang sangat sulit bersosialisasi.

Stallman lulus jurusan Fisika Harvard University pada tahun 1974. Selama masa kulaihnya, Stallman bekerja sebagai staf di Laboratorium Artificial Intelligence milik MIT. Disaat inilah Stallman belajar mengenai pengembangan Sistem Operasi.

Pada tahun 1980-an, Stallman mulai berhadapan dengan "musuhnya" hingga kini, yaitu "komersialisasi industri software". Ini berawal dari usaha beberapa "hackers" untuk mendirikan suatu perusahaan bernama "Symbolics", yang mencoba untuk mengganti "free software" yang digunakan di Lab., dengan software buatan mereka. Selama dua tahun, dari 1983 hingga 1985, Stallman berjuang menggagalkan usaha monopoli para programmer Symbolics. Sebelum akhirnya ia dibuat untuk menghentikan kegiatannya dan menandatangi perjanjian tertutup.

Pada Januari 1984 Stallman mengundurkan diri dari MIT dan memulai "GNU project". GNU (singkatan dari "GNU's Not Unix"-GNU, bukan Unix-) adalah Sistem Operasi cuma-cuma yang merupakan alternative dari Unix. Akhir akhir ini, varian dari Sistem GNU berbasis Linux mulai popular digunakan. Diperkirakan pemakai "GNU/Linux systems"(lebih dikenal dengan "Linux" saja) sudah mencapai 20 juta orang lebih.

Stallman adalah penulis "GNU Compiller Collection", sebuah kompiler portable yang dapat ditujukan untuk berbagai variasi arsitektur dan bahasa pemrograman. Selain itu ia juga menulis "GNU Symbollic debugger (gdb)", "GNU Emacs" dan berbagai program GNU lainnya.

"GNU Project", sebenarnya adalah salah satu wujud usaha Stallman untuk memperjuangkan "free software". Selain GNU, ia juga melakukan usaha-usaha lainnya dengan mendirikan Free Software Foundation (FSF), pengembangan konsep "Copyleft" (lawan dari "Copyright") yang kemudian dimasukkannya dalam "GNU General Public Lisence" (GPL) ditahun 1989.

Kehadiran Stallman di dunia komputer sudah diakui di tingkat dunia, Ini ditandai dari berbagai pengahargaan yang diterimanya. Diantaranya, "Grace Hopper Award" tahun 1991 atas kerjanya dalam membuat editor "Emacs", "Takeda Award" yang diterimanya tahun 2001, bersama dengan Linus Torvalds (pengembang linux) dan Ken Sakamura (pengembang TRON), dan penghargaan lainnya. Selain itu Stallman juga mendapat gelar Doktor Kehormatan dari Institut Teknologi Swedia (1996), dan Universitas Glasgow (2001).

Hingga kini Stallman masih memperjuangkan eksistensi "free Software". Waktu yang akan menjawab, akankah nama Stallman tercatat dalam sejarah sebagai seorang pionir "free software", atau hanya sebagai seorang kontroversial yang nekat melawan arus. Namun itu semua tidak penting, karena seperti apa yang dikatakannya dalam biografinya "I've never been able to work out detailed plans of what the future was going to be like... I just said ` I'm going to fight, Who knows where I'll get?" ("Aku tak pernah dapat memikirkan rencana mendetil tentang apa yang akan terjadi dimasa depan... Aku hanya mengatakan, Aku akan berjuang. Siapa yang tahu, Aku akan sampai dimana?").




sumber 
newer post

Catatan Materi CEH

0 komentar
Module 1: Introduction to Ethical Hacking
Why Security?
Essential Terminologies
Elements of Security
The Security, Functionality, and Ease of Use Triangle
What Does a Malicious Hacker Do?
Types of Hacker Attacks
Hacktivism
Hacker Classes
Hacker Classes and Ethical Hacking
What Do Ethical Hackers Do?
Can Hacking be Ethical?
How to Become an Ethical Hacker?
Skill Profile of an Ethical Hacker
What is Vulnerability Research?
Why Hackers Need Vulnerability Research?
Vulnerability Research Tools
Vulnerability Research Websites
How to Conduct Ethical Hacking?
Approaches to Ethical Hacking
Ethical Hacking Testing
Ethical Hacking Deliverables
Computer Crimes and Implications
Legal Perspective

Module 2: Footprinting
Revisiting Reconnaissance
Defining of Footprinting
Information Gathering Methodology
Unearthing Initial Information
Finding a Company’s URL
Internal URL
Extracting Archive 0f a Website
Google Search for Company’s Info.
People Search
Footprinting Through Job Sites
Passive Information Gathering
Competitive Intelligence Gathering
Why Do You Need Competitive Intelligence?
Companies Providing Competitive Intelligence Services
Competitive Intelligence
Public and Private Websites
Tools
Steps to Perform Footprinting

Module 3: Scanning
Definition of Scanning
Types of Scanning
Port Scanning
Network Scanning
Vulnerability Scanning
Objectives of Scanning
CEH Scanning Methodology

Module 4: Enumeration
Overview of System Hacking Cycle
What is Enumeration?
Techniques for Enumeration
Netbios Null Sessions
Tool
Null Session Countermeasures
PSTools
SNMP Enumeration
Management Information Base
Tools
UNIX Enumeration
SNMP UNIX Enumeration
SNMP Enumeration Countermeasures
Tools
Steps to Perform Enumeration

Module 5: System Hacking
Cracking Passwords
Escalating Privileges
Executing applications
Hiding Files
Covering tracks

Module 6: Trojans and Backdoors
Introduction
Effect on Business
What is a Trojan?
Overt and Covert Channels
Working of Trojans
Different Types of Trojans
What Do Trojan Creators Look For?
Different Ways a Trojan Can Get into a System
Indications of a Trojan Attack
Ports Used by Trojans
How to Determine which Ports are “Listening”?
Classic Trojans Found in the Wild
Trojans
Wrappers
Wrapper Covert Program
Wrapping Tools
Packaging Tool: WordPad
RemoteByMail
Tool: Icon Plus
Defacing Application: Restorator
HTTP Trojans
Trojan Attack through Http
HTTP Trojan (HTTP RAT)
Shttpd Trojan - HTTP Server
Reverse Connecting Trojans
Nuclear RAT Trojan (Reverse Connecting)
Tool: BadLuck Destructive Trojan
 ICMP Tunneling
 ScreenSaver Password Hack Tool – Dummylock
 Trojan
 Hacking Tool: Loki
 Atelier Web Remote Commander
 Trojan Horse Construction Kit
 How to Detect Trojans?
 Tools
 Delete Suspicious Device Drivers
 Inzider - Tracks Processes and Ports
 Tools
 Anti-Trojan Software
 Evading Anti-Virus Techniques
 Evading Anti-Trojan/Anti-Virus Using Stealth Tools v2.0
 Backdoor Countermeasures
 Tools
 How to Avoid a Trojan Infection?

Module 7: Sniffers
 Definition of Sniffing
 Protocols Vulnerable to Sniffing
Types of Sniffing
 ARP - What is Address Resolution Protocol?
 ARP Spoofing Attack
 Tools for ARP Spoofing
 MAC Flooding
 Tools for MAC Flooding
 Threats of ARP Poisoning
 IRS – ARP Attack Tool
 ARPWorks Tool
 Tool: Nemesis
 Sniffer Hacking Tools (dsniff package)
 DNS Poisoning Techniques
 Types of DNS Poisoning:
 Interactive TCP Relay
 Sniffers
 Tools
 How to Detect Sniffing?
 AntiSniff Tool
 ArpWatch Tool
 Countermeasures

Module 8: Denial of Service
 What are Denial of Service Attacks?
 Goal of DoS
 Impact and the Modes of Attack
 Types of Attacks
 DoS Attack Classification
 DoS Attack Tools
 Botnets
 Uses of botnets
 Types of Bots
 Tool: Nuclear Bot
 What is DDoS Attack?
 Characteristics of DDoS Attacks
 DDOS Unstoppable
 Agent Handler Model
 DDoS IRC based Model
 DDoS Attack Taxonomy
 Amplification Attack
 Reflective DNS Attacks
 Reflective DNS Attacks Tool: ihateperl.pl
 DDoS Tools
 Worms
 Slammer Worm
 Spread of Slammer Worm – 30 min
 MyDoom.B
 SCO Against MyDoom Worm
 How to Conduct a DDoS Attack
 The Reflected DoS Attacks
 Reflection of the Exploit
 Countermeasures for Reflected DoS
 DDoS Countermeasures
 Taxonomy of DDoS Countermeasures
 Preventing Secondary Victims
 Detect and Neutralize Handlers
 Detect Potential Attacks
 Mitigate or Stop the Effects of DDoS Attacks
 Deflect Attacks
 Post-attack Forensics
 Packet Traceback

Module 9: Social Engineering
 What is Social Engineering?
 Human Weakness
 “Rebecca” and “Jessica”
 Office Workers
 Types of Social Engineering
 Preventing Insider Threat
 Common Targets of Social Engineering
 Factors that make Companies Vulnerable to Attacks
 Why is Social Engineering Effective?
 Warning Signs of an Attack
 Tool : Netcraft Anti-Phishing Toolbar
 Phases in a Social Engineering Attack
 Behaviors Vulnerable to Attacks
 Impact on the Organization
 Countermeasures
 Policies and Procedures
 Security Policies - Checklist
 Phishing Attacks and Identity Theft
 What is Phishing?
 Phishing Report
 Attacks
 Hidden Frames
 URL Obfuscation
 URL Encoding Techniques
 IP Address to Base 10 Formula
 Karen’s URL Discombobulator
 HTML Image Mapping Techniques
 Fake Browser Address Bars
 Fake Toolbars
 Fake Status Bar
 DNS Cache Poisoning Attack

Module 10: Session Hijacking
 What is Session Hijacking?
 Spoofing vs. Hijacking
 Steps in Session Hijacking
 Types of Session Hijacking
 The 3-Way Handshake
 TCP Concepts 3-Way Handshake
 Sequence Number Prediction
 TCP/IP Hijacking
 RST Hijacking
 RST Hijacking Tool: hijack_rst.sh
 Programs that Perform Session Hijacking
 Hacking Tools
 Remote TCP Session Reset Utility
 Dangers Posed by Hijacking
 Protecting against Session Hijacking
 Countermeasure: IP Security
 IP-SEC

Module 11: Hacking Web Servers
 How Web Servers Work
 How are Web Servers Compromised?
 How are Web Servers Defaced?
 Apache Vulnerability
 Attacks Against IIS
 Unicode
 Hacking Tool: IISxploit.exe
 Msw3prt IPP Vulnerability
 WebDAV / ntdll.dll Vulnerability
 RPC DCOM Vulnerability
 ASN Exploits
 ASP Trojan (cmd.asp)
 IIS Logs
 Network Tool: Log Analyzer
 Hacking Tool: CleanIISLog
 Unspecified Executable Path Vulnerability
 Metasploit Framework
 Immunity CANVAS Professional
 Core Impact
 Hotfixes and Patches
 What is Patch Management?
 Solution: UpdateExpert
 Patch Management Tool
 cacls.exe Utility
 Vulnerability Scanners
 Online Vulnerability Search Engine
 Network Tools
 Hacking Tool: WebInspect
 Network Tool: Shadow Security Scanner
 SecureIIS
 Countermeasures
 File System Traversal Countermeasures
 Increasing Web Server Security
 Web Server Protection Checklist

Module 12: Web Application Vulnerabilities
 Web Application Setup
 Web Application Hacking
 Anatomy of an Attack
 Web Application Threats
 Cross-Site Scripting/XSS Flaws
 SQL Injection
 Command Injection Flaws
 Countermeasures
 Cookie/Session Poisoning
 Parameter/Form Tampering
 Buffer Overflow
 Directory Traversal/Forceful Browsing
 Cryptographic Interception
 Cookie Snooping
 Authentication Hijacking
 Log Tampering
 Error Message Interception
 Attack Obfuscation
 Platform Exploits
 DMZ Protocol Attacks
 Security Management Exploits
 Web Services Attacks
 Zero-Day Attacks
 Network Access Attacks
 TCP Fragmentation
 Hacking Tools

Module 13: Web-based Password Cracking Techniques
 Definition of Authentication
 Authentication Mechanisms
 How to Select a Good Password?
 Things to Avoid in Passwords
 Changing Your Password
 Protecting Your Password
 How Hackers get hold of Passwords?
 Windows XP: Remove Saved Passwords
 Microsoft Password Checker
 What is a Password Cracker?
 Modus Operandi of an Attacker Using Password Cracker
 How does a Password Cracker Work?
 Classification of Attacks
 Password Guessing
 Query String
 Cookies
 Dictionary Maker
 Available Password Crackers
 Hacking Tools
 Countermeasures

Module 14: SQL Injection
 Introducing SQL injection
 Exploiting Web Applications
 SQL Injection Steps
 SQL Injection Techniques
 How to Test for SQL Injection Vulnerability?
 How does it Work?
 Executing Operating System Commands
 Getting Output of SQL Query
 Getting Data from the Database Using ODBC Error Message
 How to Mine all Column Names of a Table?
 How to Retrieve any Data?
 How to Update/Insert Data into Database?
 Automated SQL Injection Tool
 SQL Injection in Oracle
 SQL Injection in MySql Database
 Attack against SQL Servers
 SQL Server Resolution Service (SSRS)
 Osql L- Probing
 SQL Injection Automated Tools
 SQL Injection Countermeasures
 Preventing SQL Injection Attacks
 SQL Injection Blocking Tool: SQLBlock
 Acunetix Web Vulnerability Scanner

Module 15: Hacking Wireless Networks
 Introduction to Wireless Networking
 Wired Network vs. Wireless Network
 Effects of Wireless Attacks on Business
 Types of Wireless Networks
 Advantages and Disadvantages of a Wireless Network
 Wireless Standards
 Related Technology and Carrier Networks
 Antennas
 Cantenna
 Wireless Access Points
 SSID
 Beacon Frames
 Is the SSID a Secret?
 Setting Up a WLAN
 Detecting a Wireless Network
 How to Access a WLAN
 Terminologies
 Authentication and Association
 Authentication Modes
 Authentication and (Dis)Association Attacks
 Rogue Access Points
 Tools to Generate Rogue Access Points: Fake AP
 Tools to Detect Rogue Access Points: Netstumbler
 Tools to Detect Rogue Access Points: MiniStumbler
 Wired Equivalent Privacy (WEP)
 What is WPA?
 WPA Vulnerabilities
 WEP, WPA, and WPA2
 Steps for Hacking Wireless Networks
 Cracking WEP
 Weak Keys (a.k.a. Weak IVs)
 Problems with WEP’s Key Stream and Reuse
 Automated WEP Crackers
 Pad-Collection Attacks
 XOR Encryption
 Stream Cipher
 WEP Tools
 Temporal Key Integrity Protocol (TKIP)
 LEAP: The Lightweight Extensible Authentication Protocol
 LEAP Attacks
 MAC Sniffing and AP Spoofing
 Tool to Detect MAC Address Spoofing: Wellenreiter V2
 Man-in-the-Middle Attack (MITM)
 Denial-of-Service Attacks
 Dos Attack Tool: Fatajack
 Phone Jammers
 Scanning Tools
 Sniffing Tools
 Multiuse Tool: THC-RUT
 PCR-PRO-1k Hardware Scanner
 Tools
 Securing Wireless Networks
 Auditing Tool: BSD-Airtools
 AirDefense Guard
 WIDZ: Wireless Intrusion Detection System
 Radius: Used as Additional Layer in Security
 Google Secure Access

Module 16: Virus and Worms
 Introduction to Virus
 Virus History
 Characteristics of a Virus
 Working of Virus
 Why People create computer viruses?
 Symptoms of Virus-Like Attack
 Virus Hoaxes
 Chain Letters
 How is a Worm different from a Virus?
 Indications of Virus Attack
 Hardware Threats
 Software Threats
 Virus Damage
 Modes of Virus Infection
 Stages of Virus Life
 Virus Classification
 How does a Virus Infect?
 Storage Patterns of a Virus
 System Sector Viruses
 Stealth Virus
 Bootable CD-ROM Virus
 Self-Modification
 Encryption with a Variable Key
 Polymorphic Code
 Viruses
 Famous Virus/Worms – JS.Spth
 Klez Virus Analysis
 Writing a Simple Virus Program
 Virus Construction Kits
 Virus Detection Methods
 Virus Incident Response
 What is Sheep Dip?
 Sheep Dip Computer
 Virus Analysis - IDA Pro Tool
 Prevention is Better than Cure
 Latest Viruses
 Top 10 Viruses- 2006
 Anti-Virus Software
 Socketshield
 Popular Anti-Virus Packages
 Virus Databases

Module 17: Physical Security
 Security Statistics
 Physical Security Breach Incidents
 Understanding Physical Security
 What Is the Need for Physical Security?
 Who Is Accountable for Physical Security?
 Factors Affecting Physical Security
 Physical Security Checklist
 Information Security
 EPS (Electronic Physical Security)
 Wireless Security
 Laptop Theft: Security Statistics
 Laptop Theft
 Laptop Security Tools
 Laptop Tracker - XTool Computer Tracker
 Tools to Locate Stolen Laptops
 Stop's Unique, Tamper-proof Patented Plate
 Tool: TrueCrypt
 Laptop Security Countermeasures
 Mantrap
 TEMPEST
 Challenges in Ensuring Physical Security
 Spyware Technologies
 Spying Devices
 Physical Security: Lock Down USB Ports
 Tool: DeviceLock
 Blocking the Use of USB Storage Devices
 Track Stick GPS Tracking Device

Module 18: Linux Hacking
 Why Linux?
 Linux Distributions
 Linux – Basics
 Linux Live CD-ROMs
 Basic Commands of Linux
 Linux File Structure
 Linux Networking Commands
 Directories in Linux
 Compiling the Linux Kernel
 How to Install a Kernel Patch?
 Compiling Programs in Linux
 GCC Commands
 Make Install Command
 Linux Vulnerabilities
 Chrooting
 Why is Linux Hacked?
 Linux Vulnerabilities in 2005
 How to Apply Patches to Vulnerable Programs?
 Scanning Networks
 Tools
 Password Cracking in Linux
 Firewall in Linux: IPTables
 Basic Linux Operating System Defense
 SARA (Security Auditor's Research Assistant)
 Linux Tool
 Linux Loadable Kernel Modules
 Hacking Tool: Linux Rootkits
 Rootkits
 Rootkit Countermeasures
 Linux Tools: Application Security
 Advanced Intrusion Detection Environment (AIDE)
 Linux Tools
 Linux Security Countermeasures
 Steps for Hardening Linux

Module 19: Evading IDS, Firewalls, and Honeypots
 Introduction to Intrusion Detection Systems
 Terminologies
 Firewall

Module 20: Buffer Overflows
 Why are Programs/Applications Vulnerable?
 Buffer Overflows
 Reasons for Buffer Overflow Attacks
 Knowledge Required to Program Buffer Overflow Exploits
 Types of Buffer Overflows
 How to Detect Buffer Overflows in a Program
 Attacking a Real Program
 NOPS
 How to Mutate a Buffer Overflow Exploit
 Defense Against Buffer Overflows
 Tool to Defend Buffer Overflow
 Vulnerability Search – ICAT
 Simple Buffer Overflow in C
 Code Analysis

Module 21: Cryptography
 Public-key Cryptography
 Working of Encryption
 Digital Signature
 RSA (Rivest Shamir Adleman)
 RC4, RC5, RC6, Blowfish
 Algorithms and Security
 Brute-Force Attack
 RSA Attacks
 Message Digest Functions
 One-way Bash Functions
 MD5
 SHA (Secure Hash Algorithm)
 SSL (Secure Sockets Layer)
 RC5
 What is SSH?
 SSH (Secure Shell)
 Government Access to Keys (GAK)
 RSA Challenge
 distributed.net
 Cleversafe Grid Builder
 PGP (Pretty Good Privacy)
 Code Breaking: Methodologies
 Cryptography Attacks
 Disk Encryption
 Hacking Tool

Module 22: Penetration Testing
 Introduction to Penetration Testing
 Categories of Security Assessments
 Vulnerability Assessment
 Limitations of Vulnerability Assessment
 Types of Penetration Testing
 Risk Management
 Do-it-Yourself Testing
 Outsourcing Penetration Testing Services
 Terms of Engagement
 Project Scope
 Pentest Service Level Agreements
 Testing Points
 Testing Locations
 Automated Testing
 Manual Testing
 Using DNS Domain Name and IP Address Information
 Enumerating Information about Hosts on Publicly-Available Networks
 Testing Network-Filtering Devices
 Enumerating Devices
 Denial of Service Emulation
 Tools
 Evaluating Different Types of Pentest Tools
 Asset Audit
 Fault Trees and Attack Trees
 GAP Analysis
 Threat
 Business Impact of Threat
 Internal Metrics Threat
 External Metrics Threat
 Calculating Relative Criticality
 Test Dependencies
 Defect Tracking Tools
 Disk Replication Tools
 DNS Zone Transfer Testing Tools
 Network Auditing Tools
 Trace Route Tools and Services
 Network Sniffing Tools
 Denial-of-Service Emulation Tools
 Traditional Load Testing Tools
 System Software Assessment Tools
 Operating System Protection Tools
 Fingerprinting Tools
 Port Scanning Tools
 Directory and File Access Control Tools
 File Share Scanning Tools
 Password Directories
 Password Guessing Tools
 Link Checking Tools
 Web Testing-based Scripting Tools
 Buffer Overflow Protection Tools
 File Encryption Tools
 Database Assessment Tools
 Keyboard Logging and Screen Reordering Tools
 System Event Logging and Reviewing Tools
 Tripwire and Checksum Tools
 Mobile-Code Scanning Tools
 Centralized Security Monitoring Tools
 Web Log Analysis Tools
 Forensic Data and Collection Tools
 Security Assessment Tools
 Multiple OS Management Tools
 Phases of Penetration Testing
 Penetration Testing Deliverables Templates

SELF-STUDY MODULES
Covert Hacking
Insider attacks
What is covert channel?
Security Breach
Why Do You Want to Use Covert Channel?
Motivation of a Firewall Bypass
Covert Channels Scope
Covert Channel: Attack Techniques
Simple Covert Attacks
Advanced Covert Attacks
Reverse Connecting Agents
Covert Channel Attack Tools
Writing Virus Codes
Introduction of Virus
Types of Viruses
Symptoms of a Virus Attack
Prerequisites for Writing Viruses
Required Tools and Utilities
Virus Infection Flow Chart
Components of Viruses
Functioning of Replicator part
Diagrammatical representation
Writing Replicator
Writing Concealer
Dispatcher
Writing Bomb/Payload
Trigger Mechanism
Brute Force Logic Bombs
Testing Virus Codes
Tips for Better Virus Writing
Assembly Language Tutorial
Number System
Base 10 System
Base 2 System
Decimal 0 to 15 in Binary
Binary Addition (C stands for Canary)
Hexadecimal Number
Hex Example
Hex Conversion
nibble
Computer memory
Characters Coding
ASCII and UNICODE
CPU
Machine Language
Compilers
Clock Cycle
Original Registers
Instruction Pointer
Pentium Processor
Interrupts
Interrupt handler
External interrupts and Internal interrupts
Handlers
Machine Language
Assembly Language
Assembler
Assembly Language Vs High-level Language
Assembly Language Compilers
Instruction operands
MOV instruction
ADD instruction
SUB instruction
INC and DEC instructions
Directive
preprocessor
equ directive
%define directive
Data directives
Labels
Input and output
C Interface
Call
Creating a Program
Why should anyone learn assembly at all?
Assembling the code
Compiling the C code
Linking the object files
Understanding an assembly listing file
Big and Little Endian Representation
Skeleton File
Working with Integers
Signed integers
Signed Magnitude
Two’s Compliment
If statements
Do while loops
Indirect addressing
Subprogram
The Stack
The SS segment
ESP
The Stack Usage
The CALL and RET Instructions
General subprogram form
Local variables on the stack
General subprogram form with local variables
Multi-module program
Saving registers
Labels of functions
Calculating addresses of local variables
Exploit Writing
Exploits Overview
Prerequisites for Writing Exploits and Shellcodes
Purpose of Exploit Writing
Types of Exploits
The Proof-of-Concept and Commercial Grade Exploit
Converting a Proof of Concept Exploit to Commercial Grade Exploit
Attack Methodologies
Socket Binding Exploits
Tools for Exploit Writing
Steps for Writing an Exploit
Differences Between Windows and Linux Exploits
Shellcodes
Tools Used for Shellcode Development
Steps for Writing a Shellcode
Issues Involved With Shellcode Writing
Smashing the Stack for Fun and Profit
What is a Buffer?
Static Vs Dynamic Variables
Stack Buffers
Data Region
Memory Process Regions
What Is A Stack?
Why Do We Use A Stack?
The Stack Region
Stack frame
Stack pointer
Procedure Call (Procedure Prolog)
Compiling the code to assembly
Call Statement
Return Address (RET)
Word Size
Stack
Buffer Overflows
Error
Why do we get a segmentation violation?
Segmentation Error
Instruction Jump
Guess Key Parameters
Calculation
Shell Code
Lets try to understand what is going on here. We'll start by studying main:
execve()
exit.c
The code in Assembly
JMP
Code using indexed addressing
Offset calculation
shellcodeasm.c
testsc.c
Compile the code
NULL byte
shellcodeasm2.c
testsc2.c
Writing an Exploit
overflow1.c
Compiling the code
sp.c
vulnerable.c
NOPs
Windows Based Buffer Overflow Exploit Writing
Buffer Overflow
Stack overflow
Writing Windows Based Exploits
Exploiting stack based buffer overflow
OpenDataSource Buffer Overflow Vulnerability Details
Simple Proof of Concept
Windbg.exe
Analysis
EIP Register
 Location of EIP
 EIP
Execution Flow
But where can we jump to?
Offset Address
The Query
Finding jmp esp
Debug.exe
listdlls.exe
Msvcrt.dll
Out.sql
The payload
ESP
Limited Space
Getting Windows API/function absolute address
Memory Address
Other Addresses
Compile the program
Final Code
Reverse Engineering
Positive Applications of Reverse Engineering
Ethical Reverse Engineering
World War Case Study
DMCA Act
What is Disassembler?
Why do you need to decompile?
Professional Disassembler Tools
Tool: IDA Pro
Convert Machine Code to Assembly Code
Decompilers
Program Obfuscation
Convert Assembly Code to C++ code
Machine Decompilers
Tool: dcc
Machine Code of compute.exe Prorgam
Assembly Code of compute.exe Program
Code Produced by the dcc Decompiler in C
Tool: Boomerang
What Boomerang Can Do?
Andromeda Decompiler
Tool: REC Decompiler
Tool: EXE To C Decompiler
Delphi Decompilers
Tools for Decompiling .NET Applications
Salamander .NET Decompiler
Tool: LSW DotNet-Reflection-Browser
Tool: Reflector
Tool: Spices NET.Decompiler
Tool: Decompilers.NET
.NET Obfuscator and .NET Obfuscation
Java Bytecode Decompilers
Tool: JODE Java Decompiler
Tool: JREVERSEPRO
Tool: SourceAgain
Tool: ClassCracker
Python Decompilers
Reverse Engineering Tutorial
OllyDbg Debugger
How Does OllyDbg Work?
Debugging a Simple Console Application
newer post
older post Home